jump to navigation

Mangga Harum Manis dan Hujan Nopember 10, 2009

Posted by Khairuddin Syach in Mengembalikan Jati Diri Bangsa. trackback

Hujan. Bila hujan tiba aku selalu ingat sebuah nama. Seorang gadis yang aku beri julukan Mangga Harum Manis. Gadis Jawa yang ayu itu paling suka bila dibelikan mangga ketika aku apel kerumahnya. Tak salah bila aku juluki si cantik ini Mangga harum manis yang lezat. Yummy…

Suatu hari sepulang kerja aku langsung mampir disebuah lapak mangga dikawasan ciputat raya untuk membeli 3 kilogram mangga harum manis. Ketika itu hujan cukup deras. Aku berteduh persis dibawah lapak mangga itu yang beratapkan terpal warna hijau. Si Mangga harum manis sms yang mengatakan bahwa beliau sedang ngidam buah mangga. Haaaaa.. Ngidam?? Kapan aku lakukan itu padamu?? Perasaan ga pernah dech. Apalagi kita belum menikah. Jadi ga mungkin khan kalau kamu hamil?? hehehe..gaglah aku bcanda kok Sudah aku katakan kalau dia suka sekali dengan mangga. Mangga asli pandeglang.

Si Mangga harum Manis, kamu selalu membuat aku rindu. Meski kini kita tidak bersama lagi, namun ketika hari hujan dan melihat orang berjualan mangga, ingatanku langsung tertuju padamu. Sesosok wanita berwajah ayu dengan tutur kata yang syahdu. Seorang gadis penyiar radio yang punya suara bagus ketika menyanyikan lagu shania twain. Harum Manis, dimanakah engkau kini berada??

Andai saja engkau masih ada disini, sudah pasti kau ku ajak untuk melakukan optimasi ringan terkait artikel yang berjudul Mengembalikan jati diri bangsa

Apakah Mangga Harum Manis tahu bahwa ada resep khusus untuk mengembalikan jati diri bangsa ini? Tidak perlu. Mangga Harum Manis tak perlu menjawabnya. Cukuplah Mangga Harum Manis katakan pada semilir angin malam yang berhembus lembut masuk melalui jendela kamrku yang tengah terpaku dibawah pohon besar disamping rumah untuk merenungi kegagalan demi kegagalan yang telah aku alami dalam hidup singkatku.

Mengembalikan jati diri bangsa

Komentar»

no comments yet - be the first?


kucing